Senin, 25 Februari 2013

THIBBUN NABAWI,PENGOBATAN YANG PERTAMA DAN UTAMA


Sungguh, sebuah keniscayaan bahwa perkembangan dunia medis berjalan seiring dengan derasnya arus kapitalisme global dan modernisasi yang kian sulit dikendalikan, Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah cepat berkembang dan beregenerasi. Sementara itu banyak  manusia yang tidak menyadari bahwa Sang Khaliq tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan begitu saja tanpa ada aturan dari-Nya. Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah SWT juga menciptakan obatnya, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.(HR. Al-Bukhari dan  Ibnu Majah).

Faktanya, memang ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan  lain  yang  harus  disadari  oleh  manusia, bahwa apabila Allah SWT dan Rasul-Nya secara jelas dan tegas menetapkan suatu penjelasan -termasuk dalam memberikan petunjuk pengobatan- maka petunjuk pengobatan itu sudah pasti lebih bersifat pertama dan utama. Dan memang demikianlah kenyataannya, Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW secara Kaffah, bukan saja memberi petunjuk tentang perikehidupan dan tata cara ibadah kepada Allah SWT secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat, tetapi  juga memberikan  banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan untuk menjaga keselamatan lahir dan batin, termasuk  yang  berkaitan dengan  terapi, penanganan penyakit  atau pengobatan secara menyeluruh (holistik).

Petunjuk praktis dan kaidah medis tersebut telah sangat banyak dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan diajarkan kepada para sahabat Nabi SAW. Bila keseluruhan formula dan kaidah praktis itu dipelajari secara seksama, tidak salah lagi! Bahwa kaum Muslimin dapat mengembangkannya menjadi sebuah sistem dan metode (thariqah) pengobatan  yang  tidak  ada  duanya. Disitulah  akan  terlihat korelasi yang erat antara sistem pengobatan Ilahi dengan sistem pengobatan manusia. Karena Allah SWT telah menegaskan: “Telah  diciptakan  bagi  kalian  semua  segala  apa  yang  ada  di muka  bumi  ini” (QS. Al Baqarah [2]: 29. Ilmu pengobatan beserta segala media dan materinya, termasuk yang diciptakan oleh Allah SWT tidak hanya untuk kaum muslimin saja, tetapi juga untuk kepentingan seluruh umat manusia.

Sabtu, 09 Februari 2013

BEDA KLOROFIL DAN SPIRULINA

Maha suci Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan beraneka ragam makhluk hidup untuk membantu manusia melaksanakan misi kemanusiannya, mengabdikan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan beribadah hanya kepada-Nya.
Di antara ragam makhluk itu adalah dua spesies ganggang yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan –biidznillah-, yaitu Spirulina dan Chlorella.

Spirulina

Spirulina merupakan ganggang (alga) biru hijau mikroskopis dengan bentuk spiral melingkar yang sempurna, berhabitat di air laut atau di air tawar. Spirulina mengandung zat nutrisi yang tinggi karena mengandung zat besi 58 kali lebih banyak daripada sayur bayam dan 18 kali lebih tinggi daripada daging. Jenis ganggang yang satu ini juga mengandung beta karoten 25 kali lebih banyak daripada wortel, 100 kali lebih banyak daripada pepaya, di samping kandungan lain seperti vitamin, protein, mineral, lemak, dan karbohidrat.
Penelitian beberapa dasawarsa terakhir yang dilakukan oleh para ilmuwan peneliti terkemuka di seluruh dunia berhasil menemukan manfaat spirulina dalam memperbaiki dan mempertahankan kesehatan, diantaranya adalah:

Rabu, 06 Februari 2013

Andrographis Centella,Paduan terapi herba bagi liver dan jantung



Mengandung ekstrak sambiloto (andrographis paniculata), ekstrak Ilalang (imperata cylindrica) dan ekstrak pegagan (centella asiatica). Andrographis Centella berperan sebagai pelindung lever (hepato-protector) terbaik. Ia pun bermanfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan panas (karena bersifat diuretic), analgesik alami (penghilang rasa nyeri) dan antibiotik alami.

SAMBILOTO, berkhasiat untuk

•Anti diabetes,

•Thypus,
•Gatal,
•Mencegah Kanker,
•Malaria 
•Meningkatkan stamina

Sabtu, 26 Januari 2013

MENGKUDU HPAI

Mengkudu sudah dikenal sebagai obat penyembuh berbagai penyakit sejak tahun 100 SM. Dibawa oleh imigran dari Asia Tenggara ke Kepulauan Polynesia dan tumbuh subur di Hawaii di mana sekarang sudah menyebar dibanyak negara seperti: India,China,Philipina,Amerika,Fiji,Florida,Kuba,Afrika,Australia, dan lain-lain, termasuk Indonesia. Berbagai literatur yang terbit di Amerika dan Eropa, salah satu nya buku “Liquid Island NONI (Morinda citrifolla) The Tropical Fruit 101 Medical Uses” yang di terbitkan oleh Woodland Publishing, Pleasant Grove, USA. Penulis buku tersebut adalah ahli nutrisi, pemenang Award peneliti terbaik dan penulis buku terlaris di Amerika, Mr. Neil Solomon, M.D.,Ph.D. Pada tahun 1997 dan 1998,beliau melakukan penelitian yang amat cermat dan telah mewawancarai lebih dari 40 dokter dan mengumpulkan data yang mewakili lebih dari 8.000 orang pasien pengguna sari buah Mengkudu, menyimpulkan bahwa 78% pengguna telah merasakan manfaat dari buah Mengkudu.

Adalah Dr Ralph Heinicke, seorang pakar biokimia dari University of Hawaii, Amerika Serikat, yang menjadi promoter ‘Si Buruk Rupa’ini. Selama 45 tahun, ia telah melakukan penelitian terhadap tidak kurang dari 4.000 orang yang punya keluhan berbagai penyakit, ditemani sekitar 40 orang ahli medis lainnya. Hasilnya, ia mendapatkan, mengkudu telah menyembuhkan berbagai penyakit dengan presentase 61-91%. sebut saja: