Mengkudu sudah dikenal sebagai obat penyembuh berbagai penyakit sejak tahun 100 SM. Dibawa oleh imigran dari Asia Tenggara ke Kepulauan Polynesia dan tumbuh subur di Hawaii di mana sekarang sudah menyebar dibanyak negara seperti: India,China,Philipina,Amerika,Fiji,Florida,Kuba,Afrika,Australia, dan lain-lain, termasuk Indonesia. Berbagai literatur yang terbit di Amerika dan Eropa, salah satu nya buku “Liquid Island NONI (Morinda citrifolla) The Tropical Fruit 101 Medical Uses” yang di terbitkan oleh Woodland Publishing, Pleasant Grove, USA. Penulis buku tersebut adalah ahli nutrisi, pemenang Award peneliti terbaik dan penulis buku terlaris di Amerika, Mr. Neil Solomon, M.D.,Ph.D. Pada tahun 1997 dan 1998,beliau melakukan penelitian yang amat cermat dan telah mewawancarai lebih dari 40 dokter dan mengumpulkan data yang mewakili lebih dari 8.000 orang pasien pengguna sari buah Mengkudu, menyimpulkan bahwa 78% pengguna telah merasakan manfaat dari buah Mengkudu.
Adalah Dr Ralph Heinicke, seorang pakar biokimia dari University of Hawaii, Amerika Serikat, yang menjadi promoter ‘Si Buruk Rupa’ini. Selama 45 tahun, ia telah melakukan penelitian terhadap tidak kurang dari 4.000 orang yang punya keluhan berbagai penyakit, ditemani sekitar 40 orang ahli medis lainnya. Hasilnya, ia mendapatkan, mengkudu telah menyembuhkan berbagai penyakit dengan presentase 61-91%. sebut saja:
Tampilkan postingan dengan label pace. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pace. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 26 Januari 2013
Senin, 05 Maret 2012
MENGKUDU, DULU DIBENCI, SEKARANG DICARI
‘Si Buruk Rupa’ yang Jadi Primadona
Adalah Dr Ralph Heinicke, seorang pakar biokimia dari
University of Hawaii, Amerika Serikat, yang menjadi promoter ‘Si Buruk
Rupa’ini.
Selama
45 tahun, ia telah melakukan penelitian terhadap tidak kurang dari 4.000 orang
yang punya keluhan berbagai penyakit, ditemani sekitar 40 orang ahli medis
lainnya. Hasilnya, ia mendapatkan, mengkudu telah menyembuhkan berbagai
penyakit dengan presentase 61-91%.
Sebut
saja kanker, ternyata bisa disembuhkan dengan tingkat 67%, jantung 80%, stroke
58%,diabetes tipe 1 dan 2 (83%), fatigue 91%, masalah seksual 88%, obesitas
72%, hipertensi 87%, depresi 77%, gangguan pencernaan 89%, gangguan
pernafasan78%, insomnia 72%, stress 71%, ginjal 66%, pembinaan otot 71%,
perokok 58%, arthritis 80%, lemah konsentrasi 89%, peningkatan kesehatan fisik
dan mental 79%, peningkatan kecerdasan berpikir 73%, dan nyeri 87%.
Dr
Heinicke mendata tidak kurang tujuh zat yang ‘tersembunyi’ dibalik rupa buruk
mengkudu :
Langganan:
Postingan (Atom)
