Madu palsu atau tiruan adalah larutan
yang menyerupai madu. Dibuat tanpa pertolongan lebah atau menggunakan
gula sebagai nektar. Umumnya mempunyai warna sama dengan madu asli.
Karena itu bagi orang awam sulit untuk membedakan antara madu asli dan
madu tiruan. Pada perusahaan-perusahaan yang telah mendapat izin
produksi akan mencantumkan keterangan produknya sehingga dapat
diketahui apakah itu madu asli atau sintetis. Madu sintetis yang
beredar di antaranya adalah madu melon, labu semangka, dan kurma.
Sejak lama madu palsu telah banyak
diproduksi orang. Dengan cara mencampur glukosa dengan gula pasir,
buah, flavour serta zat warna. Di laboratorium madu palsu akan mudah
dikenali dengan analisis kimia. Kandungan HMF (5 hydroxyl-methyl
furfural) dengan jumlah maksimum 3mg/100gram, aktivitas enzim diastase
minimal 5 serta rasio kandungan kalium (K) dan natrium (Na) dalam madu
asli sekitar 4,0 sedangkan madu palsu 0,005-0,1